Tampilkan postingan dengan label They Kiss Again. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label They Kiss Again. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

They Kiss Again (Episode 20-Tamat)


Rumah sakit kedatangan seorang artis muda yang datang berobat jantung. Dia bernama Nobu. Semua suster di rumah sakit sangat mengagumi dan menjadi fans beratnya. Xiang Qin jadi penasaran sehingga ingin melihatnya. Anehnya, Nobu mengenali Xiang Qin. Xiang Qin jadi heran. Setelah Zhi Shu memberitahu Xiang Qin bahwa Nobu adalah A Nuo temannya Yu Shu sewaktu kecil di rumah sakit, Xiang Qin hampir tidak percaya. Yu Shu pun segera dikabari tentang kehadiran A Nuo di rumah sakit.

Keesokan harinya, Yu Shu datang menjenguk bersama Hao Mei. Saat Yu Shu membeli makan di luar, Hao Mei diganggu oleh A Nuo. Hao Mei hampir dicium oleh A Nuo. Untunglah Yu Shu cepat datang dan tanpa berpikir panjang langsung menghajar A Nuo sampai jatuh hingga harus mendapat perawatan medis. Zhi Shu sudah memeriksanya.

Laporan pemeriksaan tersebut menyebutkan bahwa jantung A Nuo harus dioperasi. Dengan bujukan Xiang Qin dan Zhi Shu, A Nuo akhirnya bersedia dioperasi. Operasi berjalan lancar.

A Jin kini sudah berdikari sendiri. Sekarang dia mempunyai restoran sendiri. Suatu siang hari, restoran A Jin kedatangan orang bule. Rupanya orang itu adalah ayah Christine. A Jin terkejut dan segera memperkenalkan dirinya adalah pacar Christine. Ayah Christine baru bisa menyetujui hubungan puterinya dengan A Jin apabila A Jin mampu menunjukkan prestasinya.

Berkat saran Zhi Shu yang memberitahukan cara memasak dengan mencampurkan ramuan obat diabetes, ayah Christine baru menyetujui hubungannya, karena A Jin sudah memperhatikan kesehatan calon mertuanya. Tapi ayahnya mempunyai persyaratan lain, yaitu dalam 3 tahun ke depan, A Jin harus memenuhi janjinya bisa membahagiakan Christine. Apabila tidak, maka mereka harus pulang ke Inggris dan hidup di sana. A Jin tidak menyetujuinya karena dia tidak ingin hidup di bawah tanggungan ayah Christine.

Ayah Christine akhirnya mengalah, tapi mengajukan permintaan lain yang harus mereka penuhi, yaitu pernikahan harus dilakukan di Inggris terlebih dahulu, baru kemudian di Taiwan. A Jin memberitahu Xiang Qin bahwa pernikahan mereka berjalan lancar di Inggris.

Beberapa hari kemudian terjadi masalah besar di rumah Zhi Shu. Semua keluarganya terserang demam tinggi, hanya Xiang Qin dan Zhi Shu yang masih sehat. Begitu juga di rumah sakit. Semua dotker terserang demam tinggi, jadi Zhi Shu terpaksa banting tulang merawat seluruh pasien rumah sakit.

Karena terlalu sibuk merawat pasien, mata Xiang Qin pun mengalami kelelahan. Dia melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis. Dokter menyatakan bahwa Xiang Qin terkena penyakit omentum berpigmen, yaitu penyakit mata yang tidak ada obatnya dan berakibat kebutaan seumur hidup. Jenis penyakit ini disebabkan oleh factor keturunan dan akan turun-menurun pada generasi berikutnya. Xiang Qin terkejut mendengarnya.

Xiang Qin merasa putus asa setelah mengetahui dirinya mengidap penyakit kebutaan pada mata yang kelak juga akan diturunkan pada anaknya. Keceriaannya sebagai seorang Xiang Qin maupun sebagai istri Zhi Shu sudah hilang. Demi kebahagiaan Zhi Shu, Xiang Qin akhirnya memutuskan minggat dari rumah.

Pagi-pagi di kamar, Zhi Shu tidak melihat Xiang Qin. Dia hanya melihat sebuah surat yang ditinggalkan Xiang Qin di meja. Surat itu berisikan pamitnya Xiang Qin yang pergi tanpa memberitahu sebelumnya. Zhi Shu jadi terkejut melihatnya dan panik sekali. Begitu pula kedua orang tuanya dan Yu Shu. Zhi SHu segera mencari Xiang Qin ke mana-mana, bahkan ke semua tempat kenangan mereka berdua. Tapi mereka masih belum menemukan Xiang Qin.

Xiang Qin akhirnya pergi dengan wajah murung dan rasa tidak percaya diri. Dia juga merasa bersalah pada Zhi Shu karena tidak bisa memberikan kebahagiaan padanya. Xiang Qin pergi berkunjung ke rumah nenek Qiu, yaitu pasien pertama yang dirawatnya sewaktu magang di rumah sakit. Dia ingin melepaskan diri sekaligus ingin curhat untuk mendapatkan nasihat dari nenek. Tapi saying, nenek Qiu ternyata sudah meninggal. Xiang Qin memutuskan mendatangi kantor Zhi Shu untuk melihat foto-foto kenangannya di computer.

Tidak lama kemudian Zhi Shu datang dan mereka pun bertemu kembali. Zhi Shu lantas memberikan nasihat dan mengungkapkan rasa cintanya pada Xiang Qin agar semangat hidup Xiang Qin kembali ada.


TAMAT

Sumber :
http://forumm.wgaul.com/

They Kiss Again (Episode 19)


Pengumuman kelulusan sekolah sudah terpampang di papan pengumuman. Xiang Qin tidak berani melihat karena yakin dirinya tidak lulus sekolah lagi. Maka dari itu dia membawa Yu Shu untuk menemaninya melihat hasil ujian. Ternyata Xiang Qin lulus sekolah. Dia pun senang sekali. Tanpa berpikir panjang, dia memutuskan pergi ke Ma Zu menemui suaminya dan menceritakan kabar gembira itu.

Saat itu ada topan badai. Bermodalkan cinta, Xiang Qin nekad pergi ke Ma Zu. Karena sudah lulus, Xiang Qin berkeinginan membantu Zhi Shu di Ma Zu. Dulu ketika di rumah sakit, dia sering berkhayal tanpa jelas selalu ingin bersama Zhi Shu, sampai-sampai membuat para pasiennya terlantar.

Kepala suster sering memarahi Xiang Qin agar tidak mengulanginya lagi. Jika ingin menjadi asisten Zhi Shu di Ma Zu, kepala suster mengatakan pada Xiang Qin agar lebih giat lagi bekerja dan lebih teliti. Atas dorongan kepala suster itulah, Xiang Qin melakukan perubahan kerja pada dirinya. Demi Zhi Shu, dia harus berprestasi. Perubahan itu mulai tampak dan dirasakan oleh kepala suster.

Xiang Qin berangkat ke Ma Zu untuk menemui dan bekerja sama dengan Zhi Shu. Sayangnya, keberangkatan Xiang Qin ke Ma Zu batal, karena Zhi Shu ditarik oleh rumah sakit kembali untuk bekerja dan berprofesi sebagai dokter.

Di rumah sakit berbunyi tanda gawat darurat bagi semua dokter, tanda sedang menghadapi masalah besar. Gempa bumi sedang terjadi saat itu, jadi semua dokter berangkat mengurusi semua pasien di kota tersebut. Hanya Zhi Shu yang menjadi dokter jaga. Saat itu ada rujukan pasien gempa bumi yang harus ditangani di rumah sakit. Demi mendapatkan pertolongan pertama, Zhi Shu memutuskan menjalankan operasi terhadap pasien itu walau tindakan itu dilarang oleh pihak rumah sakit. Operasi berjalan lancar dan berhasil.

Keesokan harinya, dokter Sun mempermasalahkan tindakan operasi Zhi Shu karena dia hanya asisten dokter. Untung ada Xiang Qin dan kepala suster yagn membela Zhi Shu dalam rapat tersebut, hingga Zhi Shu hanya mendapat surat pernyataan saja.

Zhi Shu semakin hari semakin sibuk mengobati para pasien di rumah sakit, termasuk merawat Christine yang terluka akibat terkena minyak panas. Akibatnya dirinya sendiri lupa makan hingga jatuh pingsan. Dia pingsan saat berpelukan bersama Xiang Qin di tangga darurat. Zhi Shu pun harus menjalani perawataan di rumah sakit tersebut.

Pagi-pagi sekali A Jin datang menjenguk Zhi Shu di rumah sakit dengan memakai jas, sekaligus ingin menanyakan pendapat Zhi Shu. Zhi Shu bertanya padanya mengenai maksud kedatangannya dengan berpakaian seperti itu. A Jin tersipu malu dan menjelaskannya. Zhi Shu pun langsung menangkap bahwa hari itu A Jin ingin melamar Christine, tapi sayang lamaran itu ditolak oleh Christine, karena dia tidak mau A Jin melamar dirinya hanya karena simpati.

Demi mengutarakan rasa cinta yang benar-benar tulus padanya, A Jin rela menyiram badannya dengan air panas. Untung saja air yang tersiram di tubuh A Jin adalah air dingin. Tindakan A Jin itu membuat Christine terharu dan akhirnya terbukti A Jin benar-benar mencintainya. Lamaran A Jin pun diterima oleh Christine dengan senang hati.

Minggu depan adalah hari ulang tahun Xiang Qin. Xiang Qin tidak ingin perayaan ulang tahunnya kali ini gagal lagi seperti tahun lalu. Sebelum bertemu dengan Zhi Shu, Xiang Qin mempercantik dirinya ke salon. Saat berjalan menemui Zhi Shu, tiba-tiba ada seorang pria yang mengalami kecelakaan. Tanpa berpikir panjang, Xiang Qin menolong pria itu sehingga pakaiannya terkena noda darah. Xiang Qin pun mengantar pria itu ke rumah sakit. Perayaan ulang tahun romantisnya bersama Zhi Shu sekali lagi gagal total.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 18)


Hari perayaan kampus akan tiba. Gan Gan mendapat informasi dari pihak kampus bahwa akan diadakan lomba penilaian kelompok dengan hadiah sebesar NT$ 200 ribu serta pemilihan putra-putri terfavorit di kampus.

Dia pun segera menyampaikan kabar ini kepada teman-teman kelasnya. Mereka semua berdiskusi tentang persiapan perayaan. Gan Gan dan teman-teman memutuskan membuka kafe ale perawat, sedangkan A Jin membuka kafe mie daging sapi.

Siswa lainnya di kampus juga memiliki rencana sendiri-sendiri. Ternyata pemenang lomba itu adalah A Jin. Zhi Shu terpilih sebagai putra terfavorit. Awalnya semua siswa mengira putri terfavorit adalah Xiang Qin, tapi bukan. Pemenangnya adalah Christine. Berdasarkan peraturan lomba, putra-putri yang terpilih harus berciuman di depan panggung.

Tapi A Jin dan Xiang Qin tidak bisa terima. A Jin segera melawan Zhi Shu yang hendak mencium Christine. Tapi itu adalah trik Zhi Shu agar A Jin memperlihatkan rasa suka dan cintanya kepada Christine di depan semua para siswa.

Setelah lulus, Zhi Shu mendapat kerja praktik satu tahun ke luar pulau dari sekolah. Pulau yang ditunjuk adalah pulau Ma Zu. Zhi Shu memberitahu kepada keluarganya kalau dia hendak pergi ke sana.

Semula Xiang Qin akan diajak oleh Zhi Shu, tapi tidak jadi karena harus menyelesaikan ujian sekolah keperawatannya. Setelah lulus, dia baru bisa menjadi asisten Zhi Shu kelak. Xiang Qin sedih mendengarnya.

Kepergian Zhi Shu membuat hidup Xiang Qin tidak ceria. Dia selalu merindukan Zhi Shu baik di rumah maupun sekolah, sampai-sampai Yu Shu dianggap Zhi Shu oleh Xiang Qin. Teman-teman Xiang Qin menyarankan agar Xiang Qin pergi menjenguk agar bisa melepaskan rindu pada sang suami. Xiang Qin menuruti saran mereka.

Setibanya di Ma Zu, Xiang Qin melihat Zhi Shu sedang memeriksa anak kecil penderita sakit jantung yang bernama Zhun Ya. Zhun Ya ingin sekali menjodohkan ibunya dengan Zhi Shu. Hal itu membuat Xiang Qin jadi cemas, lalu Xiang Qin membuntuti Zhi Shu yang sedang janjian dengan ibu Zhun Ya.

Xiang Qin baru pulang dari Ma Zu menemui suami tercinta dijemput oleh Hao Mei di bandara. Xiang Qin menanyakan hubungan Hao Mei dengan Yu Shu. Hao Mei hanya bisa diam membisu seperti tiada harapan. Xiang Qin berjanji akan membantu Hao Mei mendekati Yu Shu. Dengan alasan Hao Mei ingin diajari belajar, Yu Shu terpaksa harus menerima perintah Xiang Qin. Hao Mei senang sekali mendengarnya. Tapi saying, dalam proses belajar Yu Shu sering memarahi dan membentak Hao Mei, bahkan mengatainya si bodoh tak berguna.

Besok adalah hari ujian kelulusan sekolah. Yu Shu datang ke kelas Hao Mei untuk memberikan dukungan, tapi Yu Shu malah heran karena Hao Mei tidak hadir. Dengan nafas tersengal-sengal, Hao Mei baru hadir di saat ujian sudah berakhir. Yu Shu naik pitam dan memarahi Hao Mei tanpa menanyakan alasan yang terjadi pada Hao Mei. Rupanya Hao Mei terlambat mengikuti ujian sekolah karena dia lebih mengutamakan membawa Xiao Ke Ai dulu ke dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 17)


Pagi-pagi rombongan tim dokter, termasuk Zhi Shu datang memeriksa kesehatan Nenek Qiu. Nenek Qiu mengeluh jika masih dirawat oleh perawat seperti Xiang Qin, maka dia merasa umurnya pendek.

Xiang Qin kesal mendengarnya. Saat pemeriksaan dimulai, nenek Qiu tidak ingin diperiksa oleh dokter, melainkan hanya mau diperiksa oleh Zhi Shu yang notabene siswa magang. Rasa suka serta kemanjaan nenek pada Zhi Shu sangat keterlaluan.

Akhirnya dokter memberitahu Zhi Shu sudah beristri, dan istrinya adalah Xiang Qin. Nenek terkejut mendengarnya.Dia tertawa terbahak-bahak tidak percaya.

Tahu jika Xiang Qin adalah istri Zhi Shu, nenek semakin ingin mengerjainya. Nenek pura-pura baik pada Xiang Qin, dan menjebaknya dengan cara melayani Xiang Qin dengan makan minum. Xiang Qin hampir dibuat tidak percaya.

Ternyata nenek melapor kepada kepala perawat bahwa Xiang Qin mencuri makanan dan menyuruh membuatkan minuman untuknya. Kepala perawat naik darah, dan memarahi Xiang Qin sampai menangis. Xiang Qin akhirnya dilarang merawat nenek.

Hari magang tinggal satu hari. Semua teman Xiang Qin mengucapakan salam perpisahan pada pasiennya masing-masing. Sebelum berpisah, nenek Qiu mengatakan pada Zhi Shu bahwa Xiang Qin adalah istri yang baik dan berkarakter.

Nenek minta pada Zhi Shu dan Xiang Qin agar foto bersama sebagai kenang-kenangan. Di kampus Xiang Qin bertemu Chun Mei yang sedang merayakan hari kelulusan kuliah. A Bu pun datang mengucapkan selamat pada kekasihnya.

Xiang Qin diminta Chun Mei mewakili keluarganya untuk menyampaikan acara sambutan di acara pernikahan Chun Mei dengan A Bu nanti. Xiang Qin mulai latihan malam itu juga.

Saat acara pernikahan dimulai, Xiang Qin mabuk karena terlalu banyak minum. Xiang Qin dan Liu Nong merasa kesal pada rekanan ibu mertua Chun Mei yang menyampaikan sambutan baik-baik tentang A Bu dan Chun Mei.

Saat menyampaikan kata sambutan, Xiang Qin menyampaikan bahwa semua yang dikatakan para rekanan tadi adalah bohong belaka. Xiang Qin pun menceritakan hal sebenarnya yang ada pada diri sahabatnya. Ibu mertua Chun Mei langsung marah.

Dia meminta Xiang Qin turun dan pergi dari panggung. Tapi Chun Mei membela Xiang Qin. Dia justru memarahi dan membentak ibu mertuanya dengan galak. Terjadilah perang mulut di antara mereka sehingga acara pernikahan dibatalkan.

Pertengkaran di acara pernikahan membuat ibu mertua Chun Mei tersadar. Chun Mei pun kembali berbaikan dengan mertuanya. Esok harinya, Chun Mei meminta Xiang Qin menemaninya jalan-jalan ke wihara untuk meminta perlindungan dan keberuntungan bagi bayi yang ada di kandungannya.

Saat perjalanan pulang, tiba-tiba air ketuban Chun Mei pecah di dalam mobil. Chun Mei pun tidak sanggup menyetir mobil lagi. Xiang Qin panik melihat sahabatnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Kebetulan lokasi rumah sakit tidak jauh dari pemberhentian mobil mereka.

Xiang Qin nekat membawa mobil tersebut, walau dia hanya punya pengalaman membawa mobil di game saja. Saat masuk ke halaman rumah sakit, Xiang Qin hampir menabrak Qi Tai dan Chui Xian (pasien patah tulang kaki).

Chui Xian spontan bangun dari kursi roda dan melompat memeluk Qi Tai. Zhi Shu kebetulan berada di sana dan segera membawa Chun Mei ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com/

They Kiss Again (Episode 16)


Xiang Qin mengundang kedua sahabatnya makan di kampus. Tiba-tiba Chun Mei mual saat makan. Xiang Qin dan Liu Nong mengira Chun Mei sedang sakit perut, tapi ternyata karena sedang hamil. Xiang Qin terkejut mendengarnya.

Syukurlah Ah Bu, pacar Chun Mei mau bertanggung jawab menikahinya. Namun dia mengajukan syarat Chun Mei harus menemui ibunya terlebih dahulu. Chun Mei meminta Xiang Qin untuk menemaninya. Semula Chun Mei gembira mengira ibunya Ah B datang berkunjung untuk merestui hubungan mereka.

Tapi ternyata ibu Ah Bu justur menjelek-jelekkan Chun Mei yang tidak layak hidup bersama putranya. Xiang Qin langsung naik pitam mendengarnya. Dia melawan dan membentak ibu Ah Bu yang tidak tahu perasaan Chun Mei sehingga percakapan mereka tidak membuahkan hasil.

Chun Mei dan Xiang Qin menemui Ah Bu untuk memberikan penjelasan sekaligus memohon maaf pada ibunya. Tapi Ah Bu justru memarahi Chun Mei habis-habisan sehingga Chun Mei memilih untuk putus hubungan. Chun Mei pun semakin putus asa dengan keadaannya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Dia mengambil jalan pintas dengan rencana ingin melompat dari gedung kampus untuk mengakhiri hidupnya. Syukurlah Xiang Qin dan Zhi Shu segera datang menolong sehingga Chun Mei bisa diselamatkan.

Xiang Qin diingatkan oleh gurunya agar serius latihan memberi infus pada pasien, karena ujian sudah dekat agar nilai Xiang Qin bisa lebih baik dan tidak mempermalukan Zhi Shu sebagai suaminya.

Keesokan harinya Xiang Qin terus giat belajar walaupun tidak satu temannya yang bersedia menjadi pasien uji cobanya. Xiang Qin terpaksa menggunakan boneka sebagai pasiennya. Dari kejauhan Qi Tai memperhatikan Xiang Qin yang serius belajar dan merasa iba melihatnya.

Dia lalu menawarkan dirinya menjadi pasien demi kemajuan Xiang Qin. Xiang Qin ternyata berhasil mencobanya. Dia juga mempraktekkanya pada boneka ketika berada di ruumah. Zhi Shu memperhatikan usaha Xiang Qin.

Karena iba, dia menawarkan dirinya menjadi pasien uji coba Xiang Qin. Setelah mencobanya, rasa takut Xiang Qin hilang dan dia berhasil menguasai cara menyuntik. Dengan gembiranya, Xiang Qin meminta Zhi Shu mengulangnya dengan tangan satunya lagi untuk disuntik kembali. Keesokan harinya saat ujian, Xiang Qin dinyatakan lulus oleh gurunya.

Xiang Qin dimarahi Gan Gan karena tidak bisa menghapal naskah sumpah perawat untuk dibacakan pada saat penobatan topi esok harinya. Gan Gan berniat membantuk Xiang Qin, tapi Xiang Qin akhirnya puny aide.

Dia mengatur Gan Gan yang membacanya. Setelah penobatan topi, Xiang Qin dan kawan-kawan harus mempersiapkan diri magang bersama di sebuah rumah sakit tempat Zhi Shu magang juga. Semua senang sekali.

Qi Tai kebagian merawat gadis kecil yang menderita patah tulang kaki, Gan Gan merawat pasien gay yang menderita wasir, Ni Na merawat pasien sinting, sedangkan Xiang Qin meraawat seorang nenek yang menderita penyakit jantung. Sikap dan tingkah laku nenek itu sungguh menyebalkan hingga membuat Xiang Qin hampir putus asa.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 15)


Para siswa dari jurusan keperawatan mendapat kesempatan praktek memeriksa jantung bersama para senior. Teman-teman Xiang Qin senang sekali bisa melihat Zhi Shu secara langsung di sana. Xiang Qin tidak tahan melihat jantung yang diambil Zhi Shu dari mayat gurunya. Dia akhirnya jatuh pingsan.

Qi Tai segera menggendong Xiang Qin dan membawanya ke ruang perawatan guru untuk meminta pertolongan. Untung saja Chun Mei dan Liu Nong melihatnya. Mereka segera mengabari Zhi Shu supaya segera menyusul Xiang Qin sebelum Qi Tai berbuat yang tidak-tidak.

Hari liburan sudah tiba. Kedua orang tua Zhi SHu dan Xiang Qin mengadakan tur ke desa temannya. Semula Xiang Qin dilarang Zhi Shu ikut karena ada ujian yang harus diselesaikannya secara berkelompok.

Tapi kedua orang tua Zhi Shu menyarankan agar semua teman kelompok Xiang Qin diajak berlibur sambil mengerjakan tugas. Ni Na, Gan Gan, Zhi Yi, dan Qi Tai menerima ajakan tersebut dengan senang hati.

Xiang Qin, keluarga, dan teman-temannya sudah berlibur selama seminggu. Keesokan harinya mereka hendak pulang ke rumah, tapi Xiang Qin merasa liburan kali ini terganggu dengan kehadiran orang lain yang tidak menyenangkan.

Dia berbicara pada Zhi Shu untuk melanjutkan liburan itu berdua saja. Tapi Zhi Shu menolak dengan halus. Qi Tai membentak Zhi Shu agar memenuhi permohonan Xiang Qin. Zhi Shu terkejut mendengarnya dan tanpa berpikir panjang lagi Zhi Shu balas membentak, bahkan menyuruh Qi Tai saja yang menemani Xiang Qin.

Ayah dan kedua mertua Xiang Qin terkejut mendengar ucapan Zhi Shu dan memarahinya. Tapi Zhi Shu menjawab dirinya lebih baik mementingkan pelajaran daripada terus membuang waktu untuk bermain.

Xiang Qin pun pergi sambil menangis meratapi dirinya yang merasa tidak pernah dicintai oleh Zhi Shu. Qi Tai segera mengejar Xiang Qin lalu menghiburnya dan memberanikan diri menyatakan cinta pada Xiang Qin.

Setiba di rumah, sikap dingin Zhi Shu masih tidak berubah. Xiang Qin tidak mengerti harus berbicara dan berbuat apa. Mereka berdua baru berbicara saat makan bersama saja. Minggu depan adalah ulang tahun pernikahan Zhi Shu dan Xiang Qin.

Ibu mengingatkan Xiang Qin ingin melakukan perayaan yang bagaimana. Xiang Qin segera mengabarkan hal itu pada Zhi Shu untuk menanyakannya, tapi jawabah Zhi Shu masih saja menyakiti hati Xiang Qin sehingga membuatnya sudah tidak tahan lagi hidup bersama Zhi Shu.

Xiang Qin pulang ke rumah ayahnya lalu laporan. Tanpa berbicara panjang lebar lagi, ayah Xiang Qin datang menemui Zhi Shu dan menghajarnya sampai babak belur.
Keesokan harinya, teman-teman Xiang Qin menanyakan hubungan mereka di kampus.

Xiang Qin pun bercerita jujur sehingga membuat Qi Tai iba dan tanpa berpikir panjang Qi Tai menawarkan Xiang Qin untuk tinggal di rumahnya. Xiang Qin menolaknya, tapi Qi Tai bersikeras.

Dia kemudian menyatakan rasa suka dan cintanya pada Xiang Qin. Ah Jin yang berada di situ terkejut mendengar ucapan Qi Tai dan segera melaporkannya pada Zhi Shu.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 14)


Dalam praktek pertolongan pernapasan dan tensi darah, Xiang Qin sering melakukan kesalahan. Qi Tai marah besar pada Xiang Qin dan mengatakan Xiang Qin bodoh sekali. Xiang Qin akhirnya menjawab dengan kesal, meskipun dirinya bodoh, tapi dia adalah istri Zhi Shu.

Semua yang mendengarnya tercengang, terutama Gan Gan dan Ni Na. Mereka menertawakan Xiang Qin layaknya orang bodoh yang sedang berkhayal menjadi seorang putrid. Tapi tidak lama kemudian kebetulan Zhi Shu datang menghampiri Xiang Qin dan mengatakan bahwa nanti malam ibu minta ditemani olehnya ke dokter hewan untuk memeriksakan Xiao Ke Ai.

Setelah itu semua baru percaya bahwa Xiang Qin adalah istri Zhi Shu sungguhan. Gan Gan dan Ni Na mulai mendekati Xiang Qin agar diterima sebagai teman dekatnya. Ujian praktek suntik pasien akan dimulai besok.

Guru meminta semua kelompok agar mempersiapkan seorang pasien yang bersedia diambil darahnya untuk dijadikan bahan praktek. Xiang Qin sudah berusaha mencari semua teman-temannya, tapi tidak satu pun yang bersedia. Gan Gan akhirnya memakai cara undian sebagai taruhan yagn akan bersedia disuntik. Qi Tai terpilih untuk disuntik oleh Xiang Qin.

Demi teman kelompoknya, Xiang Qin akhirnya mau membohongi Zhuan Jin agar mau mengajak Zhi Shu dan teman-temannya makan bersama teman kelompoknya, dengan iming-iming Zhuan Jin akan dikenalkan dengan salah satu teman wanita.

Zhi Shu tidak heran dengan tingkah laku istrinya yang suka bersandiwara. Zhi Shu menyuruh Xiang Qin segera keluar dan pulang ke rumah. Xiang Qin meminta maaf pada Zhi Shu. Ni Na tahu kalau Zhuan Jin adalah siswa juara kedua di kampus. Dia sengaja memperkenalkan dirinya, berharap Zhuan Jin menaruh hati padanya.

Tapi setelah menjawab beberapa pertanyaan dari Ni Na, Zhuan Jin salah tingkah dan hatinya berdegup kencang saat menjawabnya. Jawaban Zhuan Jin sangat tidak memuaskan dan terasa membosankan bagi Ni Na. Ni Na pun meninggalkannya, Zhuan Jin memberanikan diri menyatakan perasaan sukanya pada Ni Na secara terang-terangan di kampus.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 13)


Xiang Qin mendapat surat dari kampus bahwa dirinya diterima bekerja di bagian perawatan. Berita ini disampaikannya pada ibu dan Zhi Shu. Zhi Shu harus menepati janjinya akan berkencan sekali lagi apabila Xiang Qin diterima di bagian perawatan. Saat harinya tiba, Zhi Shu mengingatkan Xiang Qin harus mempersiapkan dirinya untuk ujian susulan baru boleh berkencan.

Di kampus, Xiang Qin satu kelompok dengan Zhi Yi, Zhang Ni Na, Yang Qi Tai, dan satu pria yang mirip wanita bernama Ouyang Gan (Gan Gan). Gan Gan dan Ni Na mempunyai satu keanehan, yakin selalu membicarakan dan mencari berita tentang Zhi Shu terus tanpa berhenti. Sedangkan Zhi Yi hanya ikut-ikutan saja. Sebagai ketua kelompok, Qi Tai selalu marah bila teman kelompoknya tidak serius belajar.

Mereka semua tidak tahu jika Xiang Qin adalah istri Zhi Shu. Xiang Qin jadi heran dengan tingkah laku mereka semua, tapi dia tidak mau ambil pusing terlebih dahulu. Hingga tiba saatnya Gan Gan dan Ni Na berniat ingin pergi melihat rumah Zhi Shu, Xiang Qin baru kebingungan.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 12)

12145476931.jpg my arjoe image by ranilin_album

Christine berencana kembali ke Inggris dua hari lagi karena Ah Jin memang tidak menyukainya. Dia memberitahukan hal ini kepada Xiang Qin. Kebetulan Ah Jin berulang tahun tanggal 9 Juli.

Supaya Christine bisa tinggal lebih lama lagi di Taiwan, Xiang Qin menyuruh Christine menyiapkan semua persiapan perayaan ulang tahun Ah Jin. Xiang Qin berharap mudah-mudahan kali ini adalah perjuangan terakhir Christine untuk mendapatkan cinta Ah Jin. Tapi di hari ulang tahun tersebut Ah Jin tidak menerima jerih payah Christine.

Christine pasrah dan pergi begitu saja tanpa berpamitan. Dia berniat pulang ke Inggris karena tidak ingin mengganggu Ah Jin lagi. Xiang Qin sangat marah pada Ah Jin yang tidak pernah mau berterima kasih atas perjuangan Christine untuk terakhir kalinya yang sudah mau kembali ke Inggris.

Ah Jin merasa bersalah dan sadar setelah dimarahi Xiang Qin. Keesokan harinya di bandara, Christine ditahan Xiang Qin supaya tidak masuk ke pesawat terlebih dahulu sebelum Ah Jin datang ke bandara. Ah Jin terus dihubungi oleh Liu Nong dan Chun Mei supaya segera datang ke bandara mengantar kepergian Christine.

Ah Jin pun segera datang menyusul Christine tapi sayang waktu yang sudah tidak memungkinkan lagi, karena pesawat sudah terbang saat Ah Jin tiba di bandara.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 11)

Click the image to open in full size.

Karena mau diajak syuting oleh seorang pria yang yang tidak dikenal sebelumnya, Xiang Qin segera dibawa ke lokasi pelacuran supaya bekerja di sana. Yu Hu terus mengikuti dan membuntuti mereka. Untung saja mobil tersebut berhenti sejenak menjemput wanita-wanita lain.

Yu Shu pun cepat-cepat menyelamatkan Xiang Qin dengan bantuan anjing kesayangannya, Xiao Ke Ai, sehingga Xiang Qin bisa diselamatkan. Xiang Qin sangat berterima kasih pada adik iparnya, tapi dia masih malu pulang ke rumah karena pertengkaran waktu itu dengan Zhi Shu.

Xiang Qin memutuskan ingin hidup mandiri dengan cara mencari pekerjaan agar Zhi Shu bisa bangga mempunyai istri yang hebat. Tapi Xiang Qin memang benar-benar bodoh. Saat bekerja di sebuah restoran, Xiang Qin banyak melakukan kesalahan dan kecerobohan fatal hingga membuat tamu dan pemilik restoran kesal dengannya.

Setelah mendapat nasehat dari ibu Zhi Shu yang datang menjemputnya, akhirnya Xiang Qin mau pulang ke rumah lagi.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 10)


Hari kelulusan hampir tiba. Liu Nong dan Chun Mei cemas jika mereka tidak lulus, sedangkan Xiang Qin dengan yakinnya mengatakan pada kedua sahabatnya jika dirinya pasti lulus. Namun sayang, Xiang Qin justru tidak lulus sementara dua sahabatnya lulus.

Dengan wajah murung Xiang Qin melaporkan berita itu pada Zhi Shu. Bukannya menghibur hati sang istri, Zhi Shu justru memarahi Xiang Qin habis-habisan dang mengatainya seorang istri yang bodoh. Xiang Qin tidak tahan mendengar perkataan suaminya. Dia memutuskan minggat dari rumah daripada hidup dengan suami yang suka marah-marah.

Kedua orang tua Zhi Shu tidak sempat menahan kepergian Xiang Qin. Ayah Zhi Shu dan Yu Shu langsung mengejar dan mencari Xiang Qin untuk mengajaknya pulang kembali. Tempat satu-satunya yang bisa dikunjungi Xiang Qin adalah rumah Liu Nong dan rumah Chun Mei. Tapi mereka tidak bisa mengijinkan Xiang Qin tinggal berhari-hari.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 9)


Christine sebal atas sikap Ah Jin yang tidak merespon cintanya sama sekali. Semua persyaratan yang Ah Jin minta dari Christine sudah dilakukannya, tapi Ah Jin kejam dan tetap mengecewakannya. Christine pun pergi dengan wajah murung.

Xiang Qin kesal dan marah pada Ah Jin. Dia meminta Ah Jin segera menyusul Christine untuk minta maaf. Seorang pria asing dari Amerika tiba-tiba muncul mencari Christine.

Dia bertemu Christine di taman, dan mengajak Christine pulang ke Amerika untuk melangsungkan pernikahan, tapi Christine berontak dan menolak ajakannya. Untung saja Ah Jin datang menolongnya hingga Christine bisa terlepas dari cengkraman calon suaminya.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 8)


Di kamung halaman, Xiang Qin selalu dikerjai oleh adik-adik sepupu Zhi Shu yang masih kecil dan nakal. Apalagi dia selalu dimarahi oleh kakek. Kakek sering marah karena mereka tidak memberitahukan pernikahan itu padanya. Xiang Qin diberi tes sebagai menantu yang kuat oleh kakek.

Xiang Qin hamper tidak tahan oleh perintah kakek yang terus menyuruhnya mengerjakan pekerjaan rumah yang berat. Xiang Qin mengajak Zhi Shu pulang ke rumah secepat mungkin. Namun, setelah beberapa hari kemudian Xiang Qin mulai terbiasa dengan didikan kakek sehingga baru mengerti bahwa itu adalah bentuk sebuah pelajaran yang berharga untuknya.

Setelah kembali ke rumah keesokan harinya, Xiang Qin pergi kuliah. Di sana muncul seorang wanita asing dari Amerika yang menjadi mahasiswi yang bernama Christine. Christine bisa berbahasa Mandarin dan kebetulan satu kelas dengan Xiang Qin. Mereka pun akrab.

Xiang Qin semula membayangkan tipe pria yang disukai Christine adalah Zhi Shu hingga sempat membuatnya cemburu. Tapi ternyata pria yang disukai Christine adalah Ah Jin.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 7)


Saat Hao Mei datang ke rumah Xiang Qin untuk les privat, banyak pertanyaan Hao Mei yang tidak mampu dijawab Xiang Qin. Zhi Shu memantaunya dari depan pintu dengan tersenyum. Dia mengatakan Xiang Qin sungguh memalukan sekali bila terus menjadi guru di sekolah. Saat Xiang Qin tidur, Zhi Shu datang membantu Hao Mei menyelesaikan soal-soal.

Yu Shu diminta Zhi Shu supaya tidak mempersulit Xiang Qin dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya ketika mengajar. Keesokan harinya keadaan berubah. Para murid memberikan banyak sekali bunga untuk Xiang Qin.

Xiang Qin menganggap bunga itu adalah bentuk ucapan terima kasih para murid karena dia telah berhasil mengajar mereka dengan baik. Tapi justru sebaliknya, bunga itu adalah bentuk ungkapan mereka agar Xiang Qin tidak mengajar lagi di sekolah. Semua murid mengaku prestasinya jadi terganggu jika Xiang Qin terus mengajar di sana.

Berita ini terdengar hingga ke telinga Zhi Shu. Untuk menghibur istri tercintanya, Zhi Shu mengajak Xiang Qin berlibur ke kampung halamannya untuk berjumpa dengan kakeknya.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 6)


Xiang Qin berniat menjadi seorang guru untuk mengisi kekosongan waktunya. Zhi Shu terkejut dan melarangnya, karena hal itu akan membuat para siswa sekolah menertawakan Xiang Qin yang tampak bodoh. Xiang Qin kesal mendengar alasan tersebut dan tetap ingin menjadi guru.

Jiang Yu Shu sangat malu bila mendengar kakak iparnya mengajar, karena materi apapun yang diajarkannya tidak pernah benar dan tidak relevan. Bahkan Yu Shu ikut mengerjai kakak iparnya dengan menanyakan pertanyaan sulit. Hao Mei adalah siswi kelas lain yang menyukai Yu Shu secara diam-diam. Berita ini menyebar di sekolah bahkan sampai ke telingan Xiang Qin.

Xiang Qin secara mencari tahu ciri-ciri siswi tersebut. Setelah mengetahuinya, siswi itu langsung akrab dengan Xiang Qin. Xiang Qin juga menawarkan belajar privat pada Hao Mei di rumah agar da bisa melakukan pendekatan lebih jauh dengan Yu Shu.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

They Kiss Again (Episode 5)


Ketika acara penelitian skripsi Zhi Shu dimulai, Zhi Shu sengaja mengajak Xiang Qin hadir bersama di aula kedokteran. Awalnya Xiang Qin tidak mengerti maksud Zhi Shu, tapi setelah melihat dan mendengar respon dan penilaian dewan juri yang bergelar professor, dia baru mengerti bahwa suaminya lembur berhari-hari hanya demi meraih cita-cita yang diimpikannya.

Setelah beban itu sudah terlaksana, barulah keesokan harinya Zhi Shu mengajak Xiang Qin pergi ke kantor pendaftaran kewarganegaraan untuk mengurus perubahan marga Xiang Qin ke keluarga Jiang. Xiang Qin senang sekali tanpa bisa mengeluarkan kata-kata. Setelah itu Zhi Shu baru menjelaskan bahwa sikapnya seperti itu adalah jawaban perubahan sikapnya beberapa waktu lalu. Hari penentuan ujian skripsi masih satu kali lagi. Zhuan Jin dengan yakin memastikan bahwa dirinya akan menjadi juara pertama.

Zhi Shu adalah siswa saingannya sejak SMU. Dia berani menantang Zhi Shu dalam penelitian kedokteran tersebut. Setelah pengumuman hasil juara pertama adalah Zhi Shu, Zhuan Jin protes dan stress karena kalah lagi dengan Zhi Shu.

Sumber :
http://forumm.wgaul.com

Kamis, 14 Oktober 2010

They Kiss Again (Episode 4)

Hidup satu rumah dengan kedua orang tua ditambah ayah mertua membuat Zhi Shu serba-salah, apalagi ketika mereka menyebut bahwa dirinya dan Xiang Qin masih belum resmi menjadi suami istri karena belum mendaftar ke kantor catatan sipil.

Sang istri yang kaget setengah mati langsung meminta Zhi Shu untuk langsung pergi mendaftar, namun dengan sikap dingin pria itu menolak. Keruan saja, sepanjang hari Xiang Qin kerap uring-uringan dan sering kali termenung. Sejumlah hal negatif langsung memasuki pikirannya, salah satunya dengan menyangka bahwa sang suami sebenarnya tidak mencintainya.

Tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kesendirian saat Zhi Shu sibuk dengan kuliah, Xiang Qin memutuskan untuk menyibukkan diri yang salah satunya adalah dengan memasak makan siang untuk diantar ke sang suami tercinta. Sudah tentu, adegan itu tidak disia-siakan oleh sang ibu mertua, yang langsung mengabadikan momen tersebut.

Datang ke rumah sakit untuk mengantarkan makanan buatnya, Xiang Qin secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria yang ternyata bernama Zhou Zhuan Jin, seorang pria cerdas yang konon telah menganggap sang suami sebagai rival.

Secara tidak sengaja, A Jin mendengar soal Xiang Qin yang 'ditelantarkan' oleh Zhi Shu dan langsung memutuskan untuk melabrak mantan saingannya itu di rumah sakit. Keadaan semakin kacau ketika Xiang Qin belakangan muncul dan ikut menyalahkan sang suami yang dianggapnya tidak perduli dengan kecemasannya.

Dasar Zhi Shu, dengan wajah kesal ia malah menunjukkan sikap tidak perduli dan membiarkan Xiang Qin yang kecewa pergi begitu saja. Perempuan itu tidak tahu bahwa setelah kembali ke ruang penelitian, sang suami dengan lahap menyantap bekal yang dibuat Xiang Qin (meski rasanya tidak keruan).

Pulang dengan wajah murung, Xiang Qin langsung mengurung diri di kamar setelah dengan halus menolak tawaran makan malam dari ibu mertuanya. Sambil mengingat saat Zhi Shu melamar, lagi-lagi ia berpikir yang tidak-tidak dan mengira sang suami telah bosan dengan dirinya.

Paginya saat makan sendirian di kantin, tanpa sengaja Xiang Qin mendengar bisik-bisik orang disekitarnya. Rupanya berkat A Jin, gosip kalau sang suami tidak perduli dengannya telah menyebar luas. Bahkan, usaha sang ayah untuk menghiburnya juga sia-sia.

Namun saat latihan tenis, terjadi hal yang tidak disangka : Zhi Shu muncul dengan pakaian jas lengkap dan mengajak Xiang Qin pergi. Meski masih merasa kesal, perempuan lugu itu tidak bisa menolak ajakan sang suami, yang ternyata membawanya ke sebuah acara simposium kedokteran dimana Zhi Shu jadi salah satu pembicara.

Sumber :
http://www.indosiar.com

They Kiss Again (Episode 3)


Beruntung, tak lama kemudian Zhi Shu muncul dan berhasil menjernihkan kesalahpahaman. Sempat jengkel karena dikira masih mahasiswa, Xiang Qin dengan wajah sedikit cemberut akhirnya minta maaf dan mengucapkan terima kasih ada dua orang pria yang berusaha menolongnya.

Keesokan harinya, Xiang Qin yang sudah kembali ceria langsung punya ide begitu melihat sebuah gereja yang begitu indah : ia mau mengulang upacara pernikahan. Dengan senyum bijak, Zhi Shu berhasil membujuk sang istri sekaligus membuatnya terharu, nampaknya sifat dingin pria itu mulai menghilang pelan-pelan.

Setelah menghadiri upacara pernikahan Merry dan A Jiao, Zhi Shu mengajak Xiang Qin menyelinap keluar untuk menikmati kebersamaan tanpa ada gangguan. Cara yang dipilih juga cukup luar biasa : naik pesawat sewaan untuk mengitari Guam. Dengan wajah sungguh-sungguh, Xiang Qin menyebut akan selalu mengikuti sang suami kemanapun ia pergi.

Tak terasa masa bulan madu telah berakhir, Xiang Qin dan Zhi Shu akhirnya pulang. Di bandara sempat terjadi hal kocak, dimana kedua orang tua Zhi Shu dan sang adik (yang terus membuntuti putranya ke Guam) langsung buru-buru keluar demi menyiapkan sambutan bagi sang pasangan pengantin baru bersama ayah Xiang Qin.

Zhi Shu yang sudah tahu akan aksi kedua orangtuanya cuma bisa tersenyum saat Xiang Qin yang polos tidak menyadari kalau diri mereka diikuti (padahal ayah dan ibu mertuanya mengenakan kaos dengan tulisan 'I Love Guam'!). Namun masih ada kejutan lain : rupanya diam-diam keduanya telah dibelikan rumah baru untuk tinggal berdua.

Bukannya senang, Zhi Shu malah sebal melihat semua hal yang telah disiapkan untuk 'rumah baru'nya (apalagi melihat foto dirinya yang begitu besar bersama Xiang Qin yang dipajang di dinding). Kekesalannya semakin menjadi ketika melihat satu ruangan yang rupanya telah disiapkan untuk calon anak mereka (dan dirasa terlalu berlebihan).

Babak baru kehidupan rumah tangga Zhi Shu dan Xiang Qin akhirnya dimulai. Terbangun setelah mendengar dering weker (dalam jumlah yang banyak!), Xiang Qin malah melanjutkan tidurnya sambil bermimpi indah. Bisa ditebak, ia terlambat bangun dan rencananya untuk membuatkan sarapan pagi untuk sang suami gagal total.

Xiang Qin sendiri akhirnya terlambat datang ke kampus, dan masih harus menerima candaan dari dua sahabat baiknya. Namun, wajahnya langsung berubah gembira saat mendapat panggilan 'Nyonya Jiang'. Terus melangkah maju, ia tidak sadar kalau dibelakangnya, A Jin menatap dengan hati hancur (dan muka memelas).

Sumber :
http://www.indosiar.com

They Kiss Again (Episode 2)


Ketika berada didalam akuarium raksasa, A Jian kembali tidak percaya saat melihat Zhi Shu dan Xiang Qin berada tak jauh darinya. Bisa ditebak, pemuda itu mengira semua hanya halusinasi tanpa sadar bahwa dua orang tersebut benar-benar nyata.

Begitu kembali ke kamar hotel, Xiang Qin langsung sumrigah terutama mengingat pesan ibu mertuanya : 'menjebak' Zhi Shu yang dianggap masih lugu untuk menjalani malam pertama yang romantis dan dari situ bisa mendapat bayi. Untuk itu, ia bahkan telah menyiapkan baju tidur yang seksi.

Dasar apes, semua rencananya berantakan (meski Zhi Shu sempat meninggalkan sifat dinginnya begitu melihat sang istri cemberut diatas ranjang) berkat bunyi bel pintu. Yang muncul lagi-lagi pasangan yang tidak bosan-bosannya mengganggu mereka : Merry dan sang calon suami A Qiao yang kali ini mengajak pasangan Xiang Qin-Zhi Shu untuk bermain poker hingga larut malam.

Bahkan saat keempatnya berada di pantai, Xiang Qin sempat dibuat cemburu oleh sikap manja Merry terhadap suaminya. Sempat kaget mendengar A Qiao yang telah mengejar sang kekasih selama 7 tahun, obrolan keduanya berubah jadi perdebatan karena pria itu tidak terima Merry yang dicintainya dijelek-jelekkan Xiang Qin.

Mendadak dari arah berlawanan, sebuah bola plastik melayang mengenai kepala Merry. Rupanya diam-diam, kedua orang tua Zhi Shu terus menguntit sang putra dan menantu. Ketakutan Xiang Qin kembali muncul saat acara makannya dengan Zhi Shu berantakan akibat kemunculan mendadak A Qiao. Pria asal Jepang itu mengabarkan bahwa Merry mendadak sakit perut.

Hati Xiang Qin makin hancur saat Zhi Shu memarahi dirinya yang cemburu dan malah menyuruh gadis itu membeli obat di sebuah apotik. Apa yang ditakutkan sang istri ternyata benar : Merry hanya beralasan supaya bisa berduaan dengan Zhi Shu dengan tujuan untuk merayu pria itu.

Tebakan Merry kalau semua pria bakal tunduk dengannya ternyata salah : dengan wajah dingin Zhi Shu menyebut bahwa gadis itu tidak sebanding dengan Xiang Qin. Dengan cepat, ia langsung keluar untuk mencari istrinya yang ternyata tersesat setelah sebelumnya sempat singgah ke sebuah kamar yang ditempati oleh kedua orang tua dan adiknya.

Rupanya, dari awal Zhi Shu sudah tahu kalau ayah dan ibunya terus mengikuti hingga ke Guam. Sementara itu di tempat lain, Xiang Qin yang tersesat berjalan tergesa-gesa dengan ketakutan ketika seorang pria (yang dengan bahasa Inggris berusaha menawarkan bantuan) terus mengikutinya.

Dasar kebetulan, dari kejauhan A Jian melihat Xiang Qin yang wajahnya pucat. Sempat mengira itu bagian dari halusinasi, pemuda itu akhirnya berteriak-teriak memanggil Xiang Qin yang berada di seberang jalan dan nampak sangat ketakutan.

Sumber :
http://www.indosiar.com

They Kiss Again (Episode 1)


Dalam perjalanannya menuju tempat bulan madu, Yuan Xiang Qin melihat-lihat rekaman saat dirinya melakukan foto pernikahan dengan Jiang Zhi Shu yang kini telah menjadi suaminya. Seperti biasa, sempat terjadi kekonyolan terutama saat gadis kocak itu sempat tersesat di kebun.

Disampingnya, Shi Zhu masih tetap seperti yang dulu : dingin, (terkesan) tidak perduli dengan sang istri, dan menghabiskan sepanjang perjalanan dengan tidur (serta menolak diganggu). Tidak kehabisan akal, Xiang Qin yang baru pertama kalinya naik pesawat nekat berusaha mendatangi pilot supaya video pernikahannya bisa diputar.

Dengan sedikit tipu-muslihat, para pramugari terharu dengan kesungguhan Xian Qin (yang berbohong kalau sang suami terkena penyakit mematikan) dan akhirnya mau memutarkan video pernikahan dirinya dengan Zhi Shu. Keruan saja, rekaman yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi itu bisa dinikmati oleh seluruh penumpang pesawat (dan membuat Shi Zhu malu setengah mati).

Baru saja merasa ceria, obrolan dengan seorang penumpang perempuan bernama Merry, yang mengolok-olok Xiang Qin yang belum merasakan malam pertama dan menyebut bahwa banyak pasangan yang justru baru menemukan ketidakcocokan setelah bulan madu, langsung membuat Xiang Qin kuatir. Ia takut sang suami bakal melakukan hal yang sama dan menceraikannya.

Dasar Xiang Qin, kekuatiran itu tidak berlangsung lama (meski Zhi Shu sempat jengkel dan meninggalkannya begitu saja untuk pergi ke kamar kecil). Ditinggalkan sendirian dan tidak bisa bahasa Inggris, gadis itu lagi-lagi terlibat kekonyolan yaitu salah baik mobil. Untungnya, Zhi Shu muncul tepat waktu dan berhasil 'menyelamatkan'nya.

Saat tiba di hotel, Xiang Qin yang sudah membayangkan bagaimana indahnya malam pertama kembali mendapat ujian : ia bersebelahan kamar dengan Merry dan suaminya yang juga sama-sama pengantin baru. Gadis itu tidak tahu bahwa itu barulah awal dari sejumlah kejadian unik yang bakal mewarnai hari-hari bulan madunya di Guam.

Pasalnya di tempat lain, A Jian (pria yang masih mencintai Xiang Qin) masih belum bisa menerima pernikahan sang gadis pujaan dengan Zhi Shu. Perubahan sikapnya yang sering melamun membuat pemilik tempatnya bekerja (yang tidak lain adalah ayah Xiang Qin) memutuskan untuk memberikan cuti pada sang anak buah.

Bingung mencari tempat berlibur demi melupakan cintanya pada Xiang Qin, A Jian secara kebetulan memutuskan untuk memilih Guam sebagai tempatnya menyepi. Bisa ditebak, pertemuannya dengan Xiang Qin yang kini telah berstatus menikah hanya tinggal menunggu waktu.

Sumber :
http://www.indosiar.com/

Silahkan Mencari!!!